Memori di Bukit Biru


Haha, ketawa dulu mau ngepoosting tulisan ini. Kali ini memang sengaja gila-gilaan. Well, ini foto saya ambil beberapa bulan yang lalu. Tepatnya karena sudah cukup frustasi dengan kegiatan dan akhirnya malam hari sekitar pukul 20.30 WIB kuputuskan untuk pulang kampung dengan menggunakan sepeda motor. Tau sendiri bagaimana jalan malam di GK.

Tapi entah kenapa, semakin saya jarang melewati jalan ini semakin saya mencintai desa yang sempat memberikan banyak kenangan masa lalu. Dulu, ketika masih kecil, tak pernah terbesit untuk meninggalkan tempat itu.

Ini hanya iseng-isengan saya. Ketika bocah tengik ini sebenarnya adik dan keponakan saya sedang bercandaan di ruang tamu maka kusuruh mereka untuk berpose paling centil. Betapapun mereka, seperti apapun mereka saya sangat bangga menjadi bagian dari mereka. Jarang sekali kami bercandaan bahkan untuk menanyakan kabar mereka pun hampir tak pernah. Tapi sejujurnya saya sangat ingin melakukan itu. Yang ingin saya berikan pada kalian bahwa saya menyayangi kalian dengan sederhana.

Kelak, ketika kalian membuka postingan ini. Saya pastikan kalian marah atau ikut ketawa. Atau saya yakin kalian akan melempar sendal atau parang kemuka saya. Tapi biarkan waktu mengantarkan itu, dan setelah kalian dewasa. Semoga ini menjadi kenangan bagi kalian.

Untukmu,

Amila Octaviany (Lala)

Ansa Novely (Sasa)

Vanesa (Nesa)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s