Feminisme dan Sains


Sebenarnya saya tidak ingin mengulas tentang feminisme. Saya lebih menghargai setiap aliran untuk mencari eksistensinya. Yang saya pahami tentang gerakan ini. Bukan bagaimana seharusnya perempuan dapat berkarir sebagaimana laki-laki namun bagaimana ketika keputusan wanita untuk berkarir bisa kitabela karna hal tersebut merupakan hak yang tentunya bisa mereka dapatkan. Saya sepakat bahwa tidak ada yang bisa mencegah wanita untuk berkarir tapi saya tidak sepakat ketika mereka harus disamakan dengan pria. Kenapa? Saya ingin sedikit sharing tentang hal ini.

Saya akna melihat dalam konteks sain bukan sosial. Namun hal ini akan membuka fakta empiris dan mendukung keterlibatan wanita ataupun pria dalam menjalani hidup. Mungkin sebagian masyarakat akan bersikeras menyakini bahwa pria dan wanita memiliki ketrampilan, ekmampuan dan potensi yang sama persis. Padahal sain sendiri membuktikan bahwa keduanya benar-benar berbeda. Tidak hanya sebatas fisik tapi jauh lebih dari itu.

Sebagai masyarakat, kita mempercayai sesuatu landasan yang sangat labih. Modah terprovokasi. Dengan memahami perbedaan wanita dan pria, saya rasa barulah kita bisa benar-benar tau esensi sebenarnya perbedaan mereka. Saya menyakini bahwa mereka berbeda, tapi saya lebi menyakini bahwa perbedaan mereka adalah bentuk kekuatan kolektif dari kelemahan ketika kita menjadi seorang individu.

Salah satu buku yang saya baca karya Allan dan Barbara Pease, sebuah karya tentang psikologi memberikan pemahaman  kepada saya tentang hubungan pria dan wanita mengenai perbedaan yang terjadi antara mereka.

Perbedaan pria dan wanita membuat salah satu dari mereka tidak lebih buruk atau lebih baik dari lainya., tetapi tetap saja mereka berbeda. Oke, sedikit membahas kesamaan. Keduanya tergolong dalam spesies yang sama. Mungkin, saya hanya kan berhenti kesamaan mereka hanya sebatas itu. Sah,ketika seorang pria dan wanita dari budaya, ras dan kredo yang berbeda sering berdebat soal pendapat, perilaku, sifat dan keyakinan.

Beberapa fakta sains mengatakan bahwa pria mendominasi dibeberapa hal sedangkan wanita juga demikian. Wanita lebih mengunakan intuisi sehingga mereka bisa mengetahui banyak hal terkait perasaan dan lebih detail. Sedangkan pria  memiliki otak yang tidak diatur untuk mnangkap hal nonverbal dan mereka hanya bisa berkonsentrasi satu hal dalam waktu yang sama namun mereka lebih pada hal yang berkaitan dengan arh dan sebagainya.

Intinya, saya hanya ingin berpendapat bahwa tidak ada salahnya ketika wanita dan pria ingin setara tapi ingtlah bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa disamakan yang menuntut mereka untuk tetap berbeda. Tidak ada salahnya berbeda asal perbbedaan tersebut bukan untuk menjatuhkan namun menjadi hal yang revolusioner untuk meningkatkan kualitas hidup sesama.

Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s