Deep In My Heart I Have A Dream


“Banyak dari kita menderita karena mencoba menjalani kehidupan yang pernah kita miliki atau kehidupan yang kita dambakan. Kau mengingatkanku hari itu bahwa hidup terasa sangat manis ketika kita menjalani kehidupan yang kita miliki.” Just live your life as it is.

Dengarkan aku. Inilah apa yang telah dilakukan Tuhan, yang tidak mau kauakui pada saat-saat terakhirmu di dunia, terhadapmu. Dia memberimu kesehatan, kekuatan, kerja yang menghasilkan dan teman-teman; singkat kata, segala sesuatu yang dibutuhkan seorang manusia dengan hati nurani bersih dan memuaskan keinginan alaminya. Tetapi, alih-alih menikmati karunia Tuhan itu, kau membiarkan dirimu dikuasai kemalasan dan kemabukan, dan dalam mabukmu kau mengkhianati kewajiban yang harus kau tunaikan.

Aku tahu apa yang bisa dilakukan oleh kekuatan kemauan. Ada orang-orang yang telah menderita dan tidak hanya melanjutkan hidup, tetapi bahkan membangun suatu kekayaan baru di atas reruntuhan kebahagiaan mereka yang sebelumnya. Dari kedalaman tempat musuh yang telah melemparkannya, dia justru bangkit lagi dengan kekuatan dan kemuliaan sedemikian rupa sehingga mengalahkan mereka yang dahulu menaklukkannya dan pada gilirannya menyingkirkan mereka.

Mungkin dua paragraf diatas, tentang sebuah cerita sajak kehidupan akan sedikit mengambarkan bagaimana manusia mengahdapi kehidupan, menghadapi impian, perjuangan dan bahkan karunia. Dulu, aku pernah mendapatkan bagian mozaik dalam diri yang selalu berdamai dengan keterbatasan. SLB Suta Wijaya adalah bagian hatiku yang sempat terkubur rapat, disanalah kutemukan arti rasa bersyukur. Bahkan bersyukur setiap hari aliran darah masih mengalir dalam tubuh memberikan misil untuk jantung memompa, serta bersyukur bahwa tangan ini masih mampu mengambil sesuatu, mata ini mampu melihat indahnya dunia, teriknya matahari, hijaunya dedaunan, mulut ini mampu mengucapkan berbagai kata cinta, dan telinga ini mampu mendengarkan setiap manusia bertutur.

Suta Wijaya, hanya dengan mata saja, mulut saja, telinga saja,  hidung saja, bahkan tangan atau kaki saja. mereka mampu menyampaikan isyarat penuh hati, menyentuh setiap hati yang mulai tergores. Merekalah siswa Suta Wijaya yang hidupnya dipinggirkan, yang masa depannya dibatasi, yang kerjanya dicaci mereka yang tak mengerti.

Sore itu, sungguh udara tak begitu panas walaupun matahari telah menghitamkan setiap jengkal kulitku. Bahkan sejatinya, hari itu ketika aku membawa begitu banyak barang untuk memberikan hadiah bagi mereka sejatinya aku yang telah banyak menerima sesuatu dari mereka. Dia malaikat-malaikat kecil yang telah menyentuh seluruh hatiku. Bukan dengan mulut mereka bicara, bukan dengan mata mereka melihat bahkan bukan dengan telinga mereka mendengar. Tapi dengan sentuhan lembut mereka berkomunikasi, dengan sentuhannya aku mengerti apa yang mereka rasakan. Kecil-kecil tanganya begitu menyadarkanku akan sempurnanya mereka. Lewat hatinya mereka menjunjung tinggi harga diri, Lewat senyumnya mereka menginspirasi setiap orang yang bersedih akan masalah mereka. Hanya dengan peragainya mereka merubah setiap kesempatan berjumpa dengan mereka.

Peluh keringat semakin mengucur ketika mereka mengajariku menari, hingga sempoyongan badan ini menjatuhkan diri. Lalu aku ingat betul pelukan itu, dia si periang mengecup pipiku dari belakang sambil menyilangkan tanganya dileherku. Kutanyakan padanya “Sudah lelah bermain dan menarinya?”. Saya terkejut ketika dia tiba-tiba melepaskan silangan tanganya dan memegang dadaku, aku begitu ingat bagaimana ekspresi si periang. Aku tak yakin kenapa kemudian air mataku mulai mengalir deras, bahkan setiap detik senyum yang aku berikan untuknya seakan air mata ini semakin mengalir deras. Namun tangan itu, sungguh mampu memberikan meditasi terdalam akan nikmat bersyukur. Engkau yang hatinya seluas samudera, Engkau malaikat kecil.

By Youtube : A Goose’s Dream – IU

By Youtube : I Believe I Can fly – Star King (Ji Ho)

Kadang kawan, kita begitu angkuh sehingga seringkali tidak pernah menyadari bahwa kita begitu  sempurna dimata banyak orang. Tapi lihatlah mereka yang seringkali dicaci karena keterbatasanya, bisa jadi mereka yang pantas mendapatkan kesempurnaan. Bagi mereka yang hatinya dilindungi Tuhan, bagi mereka yang selalu tersenyum, bagi dunia yang tak pernah menyadari perdamaian. Cobalah berdamai dengan Malaikat seperti mereka.

Setiap hari kusematkan mimpi untuk mereka, hingga masanya tiba mimpi itu untuk generasi sesudah kalian. Dan saya pastikan kalian akan tersenyum bahwa perubahan harus menjadi harga mutlak untuk kalian. Bnagsa ini masih cukup waras mengerti kalian.

2 Comments Add yours

  1. Irfan Handi says:

    Datang untuk memberi semangat mas bro.
    Syukuri nikmat hari ini.

  2. shevae aenhi says:

    Sangat bagus…
    jika kita mensyukuri hidup maka kekurangan pun akan menjadi kelebihan bukan…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s