‘AFTERSHOCK’ Saat Bencana Telah Berlalu


Berdasarkan kisah tragedi gempa Bumi yang terjadi di Tangshan, China pada tahun 1976 – gempa yang disebut-sebut sebagai gempa terbesar yang pernah terjadi sepanjang abad ke-20 karena membunuh 240.000 orang – sutradara, Feng Xiaogang (The Banquet, 2006), mengarahkan Aftershock. Awalnya dirilis pada bulan Juli 2010, film yang menjadi film berteknologi IMAX pertama yang dibuat di luar Amerika Serikat ini berhasil menggeser posisi film The Founding of a Republic (2009) sebagai film nasional terlaris sepanjang masa di negara China pada awal Agustus 2010.

Mendasarkan kisahnya pada novel berjudul sama karya Zhang Ling, film epik berdurasi 130 menit sebenarnya sama sekali tidak berfokus pada gempa Bumi Tangshan tersebut. Kisah gempa Bumi Tangshan hanya dijadikan latar belakang kisah perpecahan sebuah keluarga yang disebabkan oleh gempa Bumi tersebut. Sebagian mungkin akan menemukan kisah ini sebagai sebuah kisah yang menyentuh. Namun, bagi mereka yang tidak mudah terbawa dengan berbagai melodrama yang disajikan di film ini, Aftershock mungkin akan menjadi terlalu membosankan.

Berfokus pada pasangan suami istri, Da Qing (Zhang Guoqiang) dan Yuan Ni (Xu Fan), serta pasangan anak kembar mereka, Fang Deng dan Fang Da, yang tinggal di daerah Tangshan. Gempa yang terjadi di tengah malam langsung menewaskan Da Qing. Yang lebih mengenaskan, anak kembar mereka terjepit di antara reruntuhan bangunan. Petugas penyelamat yang tak kuasa menyelamatkan keduanya meminta Yuan Ni untuk memilih siapa yang harus diselamatkan. Dengan hati terpukul, Yuan Ni memilih untuk menyelamatkan puteranya, Fang Da. Tanpa disangka, sepeninggal Yuan Ni, Fang Deng ternyata masih hidup dan kebingungan karena terbangun di antara tumpukan mayat masyarakat Tangshan.

Melihat Fang Deng yang kebingungan tanpa seorangpun berada di sekitarnya, Fang Deng lalu dibawa oleh salah seorang anggota tim penyelamat. Fang Deng, yang kemudian dewasa berganti nama menjadi Wang Deng (Jungchu Zhang), kini diadopsi oleh pasangan Wang, (Chen Daoming dan Chen Jin). Hidup dan tumbuh dewasa terpisah tanpa mengetahui keberadaan satu sama lain, nasib kembali berencana mempertemukan Wang Deng dengan Fang Da (Chen Li) ketika mereka sama-sama menjadi sukarelawan dalam sebuah gempa Bumi yang menghantam Sichuan pada tahun 2008.

Naskah cerita yang diadaptasi oleh Su Xiaowei ini sangat terasa mengedepankan banyaknya melodrama keluarga sebagai kekuatan utama kisahnya. Adegan gempa Bumi sendiri diletakkan di awal cerita dan ditampilkan dengan efek khusus yang cukup memukau. Sayangnya, setelah adegan yang cukup emosional tersebut, Aftershock justru tampil seperti kehilangan daya pikatnya. Secara keseluruhan hanya berisi dua plot kisah kehidupan Fang Deng dan Fang Da setelah terpisah satu sama lain, drama yang ditampilkan pun terkesan terlalu dipanjangkan dengan konflik yang sebenarnya terlalu dibuat-buat untuk durasi sepanjang lebih dari dua jam.

Cara sutradara, Fang Xiaogang, dan penulis naskah, Su Xiaowei, untuk mengeksekusi film ini denganending yang mereka pilih juga cenderung mengecewakan. Memanfaatkan tragedi lain, gempa Bumi Sichuan di tahun 2008, untuk mempertemukan dua karakter utamanya, ending film ini terkesan terlalu terburu-buru untuk dihadirkan mengingat durasi film yang telah berjalan terlalu lama. Hasilnya, ikatan emosional antara penonton dengan jalan cerita yang memang sangat rapuh di sepanjang penceritaan film menjadi benar-benar hilang dan kurang berkesan setelah film ini berakhir.

Dari segi akting, Aftershock tampil tidak mengecewakan. Xu Fan – yang berperan sebagai Yaun Ni, dan juga merupakan istri dari sutradara Fang Xiogang – mampu memberikan penampilan terbaiknya untuk menguras emosi penonton. Dari karakternyalah banyak momen-momen menyentuh hadir di sepanjang film. Sayangnya, naskah film yang lemah lama-kelamaan mempengaruhi karakterisasi Yuan Ni dan membuatnya tidak lagi mampu efektif dalam mengantarkan emosi cerita di bagian penghujung film. Jungchu Zhang dan Chen Li yang berperan sebagai pasangan kembar ketika dewasa juga tampil tidak buruk. Tidak satu pun jajaran pemeran yang tampil buruk, sebenarnya. Tidak istimewa, namun jauh dari kesan mengecewakan.

Sebagai sebuah film epik, naskah cerita Aftershock harus diakui terlalu lemah untuk dibawakan hingga mencapai durasi 130 menit. Menampilkan adegan gempa Bumi Tangshan di awal film – yang dipenuhi oleh efek khusus yang cukup baik dan berhasil menguras emosi sekaligus menjadi titik puncak film ini –  Aftershock kemudian dipenuhi dengan kisah melodrama para karakternya yang sayangnya lama-kelamaan cenderung hadir membosankan karena kurangnya jalinan cerita yang kuat untuk ditampilkan. Tidak ada masalah dari departemen akting, namun Aftershock seharusnya mampu tampil lebih emosional dengan lapisan cerita yang seharusnya dapat dibuat lebih baik lagi.


Aftershock (2010)

Directed by Feng Xiaogang Produced by Hua Yi Brothers Written by Su Xiaowei (screenplay), Zhang Ling (novelStarring Xu Fan, Zhang Jingchu, Li Chen, Chen Dao Ming, Chen Jin, Zhang Guoqiang, Zhang Zifeng, Zhang Jiajun Music by Wang Li-guangEditing by Thor Roos Cinematography Lu Yue Studio China Film Group/Emperor Motion Pictures/Huayi Brothers/Media Asia Films/Tangshan City Government Distributed by Media Asia Distribution Running time 130 minutes Country China LanguageMandarin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s