‘Aku’ dan ‘Saya’ – Dilematis Penulisan


Gaya penulisan yang saya pakai sangat fluktuatif, lebih mudah berubah daripada beretap. Sya menyadarinya, apalagi hal ini berkaitan dengan apa yang saya pelajari dan dengan siapa saya berteman. Akhirnya saya pun terjebak dalam dilematis penulisan. Saya binggung bagaimana membuat subjek yang saya gunakan itu tetap sama. Nyatanya, ternyata tak semudah mebalikan telapak tangan. Memilih yang keduanya sama-sama benar. Atau lebih tepatnya memilih dari dua yang paling baik. Brainstorming.

Catatan saya waktu SMA mengunakan kata ‘aku’, ‘kamu’, ‘kau’, ‘dikau’, ‘engkau’. Sadar, karenma waktu itu lebih banyak menulis cerpen dan catatan pribadi. Hingga akhirnya kuliah, kata ‘saya’ yang lebih sering saya pakai. Tapi ternyata tidak semuanya bisa dipakai, atau akhirnya saya harus memilih kata yang tepat. Ini kesimpulan yang saya dapat setelah beberapa hari emmikirkan bagaiamna mengunakan subjek tersebut hingga membuat malam-malam saya berubah menjadi kelabu.

Akhirnya kata ‘aku’ akan sering saya gunakan pada penulisan catatan harian, cerita masa lalu saya atau banyak hal berkaitan dengan mimpi-mimpi. Kata ‘saya’ lebih pada opini, atau resensi dan review. Sya sendiri berharap segera menentapkan dan berlabuh pada satu subjek. Entahlah, saya hanya menginginkannya lebih baik.

Oke, ini hanya sebuah sampah tulisan. Memang tidak ada isinya, apalagi bersubstansi. Saya ingin berbagi saja. Just share about my writing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s