Meragukan Sesuatu Itu Tidak Salah (De omnibus dubitandum!)


Dalam sebuah kesempatan dari pengalaman saya akhir-akhir ini. Saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa kemampuan yang berlebih pun harus diragukan. Ya, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah tawaran untuk menjadi salah satu bagian dari sebuah agenda. Saya dirasa mereka mampu untuk memegang peran tersebut. Namun, ternyata mereka kemudian mengundurkan niat tersebut. Baru-baru ini saya dapat cerita dari kawan lama bahwa mereka mengundurkan saya dari peran tersebut karena takut terlalu kritis atau bahkan takut banyak kritik yang terlontar nantinya.

Dari hal tersebut saya pun sadar dan berucap syukur. Pertama, bahwa saya tidak bertambah agenda sehingga bisa lebih lama untuk bersantai. Kedua, saya pun meragukan kemampuan saya.

Sedikit berbicara tentang filsafat, tokoh terkemuka Rene Descartes pernah melontakan “De omnibus dubitandum! Segala sesuatu harus diragukan”.  Ya, saya pun sangat sepakat dengan hal tersebut. Bahkan segala sesuatu yangada dalam hidup ini dimulai dengan meragukan sesuatu. Bahkan dalam sebuah sajak Helmet si peragu pernah berseru kepada Ophelia :

Doubt thou the stars are fire;

Doubt the sun doth move;

doubt truth to be a liar;

But never doubt I love.

(William Shakespeare, Helmet, Babak II)

Bolehlah saya artikan. Ragukan bahwa bintang-bintang itu api, ragukan bahwa matahari itu bergerak, ragukan bahwa kebenaran itu dusta, tapi jangan ragukan cintaku. Sajak diatas hanyasebuah pengambaran bahwa sering kali setiap tindakan, kemampuan bahkan seisi dunia ini perlu kita ragukan terlebih dahulu. Pengambilan kesimpulan apakah hal tersebut benar atau salah adalah langkah selanjutnya.

Dalam kasus yang saya alami. Pertama mereka benar karena telah meragukan kemampuan saya. Kedua mereka benar karena telah mengambil premis. Ketiga mereka juga benar telah menyimpulkan. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah. Sudah benarkah mereka dsalam mengambil premis? Hehe.

Oke, intinya kebenaran adalah pertanyaan tanpa ragu. Sehingga jika mereka tidak ragu dengan pengambilan keputusan tersebut berarti mereka benar.

“Sesuatu dimulai dengan ragu-ragu dan diakhiri denagn percaya atau tidak percaya. Bahkan suatu kondisi dimulai dengan percaya dan diakhiri dengan makin percaya atau mungkin jadi ragu”

-Anonim-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s