System Of Beliefs


“A proocess, such as trial and error, for solving a problem for which no algorithm exsist. A heuristic for a problem is a rule or method for approaching a solution” – Heuristicz

Sedikit pelajaran yang saya dapat dari filsafat ternyata memberikan sedikit banyak gambaran tentang mengartikan secara utuh sebuah kalimat atau mempertanyakan lebih dalam tentang sesuatu. Ini adalah terusan dari pembahasan Indonesia Raya 3 Stanza.

Bait terakhir setiap stanza sebelumnya telah saya gambarkan bahwa disitulah saya mendapatkan yang tidak utuh tentang lagu ini.

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, untuk Indonesia Raya!

Bait terakhir dari stanza 1 menyuratkan bahwa yang harus didaulukan dan yang utama yang harus dibangun adalah jiwa, kemudian baru badan. Saya kemudian sadar bahwa dengan jiwalah kita bisa menjaga diri dari nafsu yang berlebihan. Atau sepertinya bait ini kemudian menyoroti tentang sebuah kekuasaan (politik). Seberapa dari mereka yang memiliki jiwa luas, tanpa pamrih dan tanpa memikirkan kepentinga politik kaumnya? Stanza 1 mengingatkan pada kita agar hidup bersahaja.

Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya, untuk Indonesia Raya!

Bait terakhir stanza 2 diatas lebih mencekam perasaan saya. Ketika katasadar kemudian digunakan, selalu mengusik pikiran saya atas makna yang terkandung. Apakah pengertian sadar? Bagaimana keadaan hati yang sadar? Saya pun mulai mencari arti kata sadar, dan sejauh ini saya memaknai sadar dengan keadaan setiap potensi yang dimiliki manusia yang difungsikan karena ketetapan dari Tuhan. Saya menyadari bahwa dengan kesadaran hati manusia bisa menelaah keadaan diri bahkan lingkungan untuk menanggapi perubahan keadaan dengan tepat dan bijak.

Majulah Negerinya, Majulah Pandunya, untuk Indonesia Raya!

Bait terakhir stanza 3 merupakan cacatan yang menurut saya sangat menyorot pada individunya secara utuh dalam hal ini pemuda. Coba kita pahami yang dipakai adalah istilah negeri bukan negara (ekkuasaan ppolitik) begitupula pandu bukan negara (kekuasaan militer). Saya pun mencoba mencari arti pandu dan ternyata pandu adalah siapa saja yang telah memiliki sifat tanpa pamrih dan dari syahwat duniawi. Akhirnya saya sadar, pandu yang dimaksut bukanlah komunitas yang jumlahnya besar (militer) tapi lebih menunjuk putra terbaik bangsa. Lewat pandulah mereka yang akan memimpin masyarakat kecil, memberikan kesejahteraan.

Ini hanya catatan dan pemahaman saya tentang Indonesia Raya 3 Stanza. Hanya ingin berbagi dengan semuanya bahwa kita tidak boleh melupakan sebuah karya yang me semangat yang berbeda ketika saya hanya menyanyikan di stanza 1. Sadar atau tidak, saya pun merasa bahwa keputusan pemerintah dengan hanya menggunakan stanza 1 pun membuat saya (atau mungkin sebagian orang lainya) kehilangan sebuah semngat yang berbeda bahkan pemaknaan yang diciptakan secara utuh dan saling berhubungan. Bukan sekedar ingin mengajak menyanyikan bersama (walaupun saya merindukanya) tapi lebih memaknai setiap baitnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s