Story Of Great Life (1)


Sebuah prolog dari keidupan. Ini hanya sebuah catatan perjalanan hidup. Hanya keluarga dan saya. Yah, saat kita dilahirkan betapa bahagianya orangtua kita menyambut kita. Mereka akan mengatakan banyak hal bahwa mereka sangat menyayangi kita. Bagaiman ketika kita beranjak dewasa?

Saya tidak pernah merasa sepenuhnya percaya bahwa mereka menyayangi saya. Kebanyakan bayi lahir karena kebetulan. Tidak ada satupun orangtua menginginkan bayinya lahir karna di persiapkan. Oke, ada beberapa kasus seperti itu. Saya kemudian sering berpikir. Bagaimana sebuah hal yang kebetulan dapat membuat mereka begitu menyayangi kita?

Maksudku, ketika kalian dari keluarga miskin, bagaimana orangtua kita berpikir dengan kelahiran kita dapat membuat hidup mereka lebih baik. Atau, bagaimana kalau kita hanya akan menjadi masalah baru bagi kehidupan mereka?. Ya, saya berpikir bagaimana mereka kemudian akan begitu menyayangi kita?.

Tentu saya tidak menampikkan setiap keluarga ingin memiliki hal yang sempurna. Rumah idaman, kebutuhan yang berkecukupan bahkan memiliki anak-anak yang nantinya akan sukses. Tapi, bagaimana dengan keluarga miskin. Saya sering tak habis pikir kenapa banyak keluarga ingin melahirkan bayi lagi dan lagi.

Sering kemudian saya berasumsi. Ya, ini semua bukan hal yang kebetulan. Seorang bayi dilahirkan dari keluarga miskin dan mereka harus menanggung beban keluarga untuk membuat keluarga tersebut keluar dari penderitaan orangtuanya. Inikah yang dimaksud mereka? Apakah mereka merencanakan hal ini?

Lahir untuk sebuah alasan. Sebagai seorang bayi, apa yang kita ketahui selain kata-kata orang dewasa bahwa mereka tidak pernah salah dan bahwa mereka selalu menyayangi kita. Sebagian bayi akan sepakat dengan hal itu. Lahir menjadi anak pertama bukanlah pilihan bayi tapi rencana dari orangtua kita. Kalian adalah anak pertama?

Saya berpikir betapa beruntung menjadi anak kedua atau ketiga atau dilahirkan tanpa memiliki adik atau sebaliknya, saya menjadi seorang adik. Saya berpikir bahwa mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan takdir dan tanggungjawab. Inilah sebuah cerita tentang esensi hidup. Tapi kebetulan atau tidak, saya disini. Dan inilah cerita hidupku.

Orangtua saya mungkin bukan tipe sebagian orangtua yang ketika saya membutuhkan pertolongan mereka akan menyadari hal tersebut. Dulu, Ayah saya adalah orang yang lebih banyak diam sedangkan ibuku lebih sibuk meminta saya harus menjadi sebagaimana mestinya anak pertama. Saya tumbuh menjadi orang yang jarang melihat orang tua. Saya tumbuh menjadi pribadi yang bebas sesuai keputusan sendiri. Dan karna hal tersebut, banyak orang bilang sifat saya berbeda dengan orangtua.

Sering saya mendapati diri saya dalam hal-hal yang sulit. Bukan orangtua yang menjadi hal pertama membantu saya melewatinya. Tapi, diri sendiri yang akan mengeluarkanku entah bagaimana caranya. Bahkan, sering saya berpikir keputusanku hari ini adalah sebuah kekeliruan besar. Saya berpikir tentang keluarga yang ideal tapi entah langkahku ini menuju keidealan atau tidak.

Akhir-akhir ini saya sering merenung tentang kesempurnaan. Dahulu, kupikir saya lahir di dunia ini untuk menyelamatkan keluarga dari banyak tanggungjawab. Dan sampai sekarang, ternyata saya belum bisa melakukanya. Saya berpikir tentang perasaan mereka. Entah, hanya kelu hari ini. Tapi beberapa hari ini saya mulai menyadari, bahwa bukan ini tujuanku hidup menjadi bagian dari mereka. Intinya adalah, bahwa saya memiliki keluarga.

Merekalah yang sebenarnya memberikan hidup bagiku, mereka lewat ketidakmilikanya memberikan kemandirian bagku. Mereka tanpa ungkapan cintanya memberikan banyak hal agar saya mencintai banyak hal. Karna mereka saya hidup. Hari ini, belum kulakukan banyak hal untuk mereka. Tapi saya janji hubungan kami akan terus berlanjut.

Tidak ada yang harus saya sesali karna memiliki merak adalah hal terindah.

Bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s