I AM SAM : KEBAIKAN YANG SEMPURNA


Disutradarai & Ditulis oleh Jessie Nelson

Diproduksi olehMarshall Herskovitz Edward Zwick Richard Solomon Kristine Johnson

DibintangiDianne Wiest Loretta Devine Richard Schiff Laura Dern

Musik olehJohn Powell

Editing olehRichard Chew

StudioThe Bedford Falls Company

Didistribusikan olehNew Line Cinema

I Am Sam adalah sebuah film keluarga yang disutradarai oleh Jessie Nelson. Dirilis pada tahun 2001, film ini memang tidak mendapatkan begitu banyak perhatian dari khayalak movie-goers karena genrenya. Tetapi nasib berbeda dialaminya dalam Home Entertainment. I Am Sam adalah salah satu film keluarga yang dipuji banyak kalangan yang semula mungkin meremehkan tontonan film ini dalam theater.

Sam Dawson adalah seorang retard. Dia mengalami keterbelakangan mental dan hanya memiliki tingkat intelejensi tidak lebih dari anak 7 tahun. Hal tersebut memang tidak mengubah dedikasinya sebagai seorang ayah terhadap Lucy, anak gadisnya. Kendati demikian, ketika Lucy beranjak pada usia 7 tahun, badan pemerintahan anak-anak mulai menyadari bahwa Sam dianggap tidak mampu mengurus anaknya lebih lanjut daripada umur tersebut – apalagi karena Sam hanyalah seorang pegawai Starbucks. Karena itu, Lucy diambil oleh pemerintah untuk diinapkan sementara di tempat tinggal orang tua asuh sementara kasus mengenai hak kepengurusan dilanjutkan dalam persidangan.

Sam yang mengalami gangguan mental tentunya tidak bisa membela dirinya sendiri. Dia mendatangi seorang pengacara wanita sukses Rita Harrison. Rita semula enggan membantu Sam, tetapi pada akhirnya luluh terhadap keras kepalanya (atau tepatnya kepolosan) Sam. Bukan hal yang mudah untuk memenangkan hak kepengurusan dari Lucy dari pengadilan. Seiring perjalanan sidang, Rita dan Sam pun lebih banyak belajar satu dengan yang lainnya. Rita belajar dari Sam bagaimana merawat dan mendidik anaknya dengan benar sementara Sam sendiri belajar bagaimana untuk mengenali orang lain secara lebih mendalam lagi. Bisakah Sam mendapatkan hak asuh anaknya kembali?

Film ini adalah sebuah film keluarga yang sangat menyentuh hati. Saya hampir yakin bahwa semua orang yang menyaksikan film ini akan terharu melihat bagaimana usaha Sam dalam mendapatkan hak mengasuh anaknya kembali. Penampilan setiap aktris dalam film ini menakjubkan. Sean Penn mendapatkan nominasi Oscarnya pada tahun 2002 ini memerankan Sam. Sejujurnya, hanya Forrest Gump yang diperankan Tom Hanks yang bisa menandingi performa Penn dalam film ini. Fanning membuat debut yang menakjubkan dalam film ini. Ia memancing gemas penonton sekaligus kekaguman pada performanya pada usianya yang semuda ini. Tak bisa disangkal kalau dari film inilah Fanning mendapatkan status bintang muda yang disandang Osment beberapa tahun lampau. Pfeiffer juga tampil apik sebagai seorang Rita yang ambisius di luaran tetapi kosong di dalamnya. Laura Dern sendiri tampil sebagai seorang orang tua asuh yang menyentuh hati dengan kasihnya yang tulus.

Seakan tak cukup dengan itu semua, cerita dalam I Am Sam mampu dipadukan antara tawa dan tangis yang pas. Akan ada adegan yang membuat kita tersenyum, lantas adegan lanjutannya akan membuat kita trenyuh menontonnya. Dan trenyuh dalam film ini bukan sekedar sebuah tangisan wanita yang dihasilkan oleh film Disney kebanyakan. Nelson berhasil menggarap adegan dan emosi penonton dengan sempurna lantas mengaduk-aduknya. Luar biasa. Sebagai pelengkapnya, I Am Sam juga dipenuhi dengan soundtrack-soundtrack yang mengiringi tiap adegannya dengan pas. Baik dalam lagu maupun dalam iringan instrumental film yang mampu menggiring mood penonton. Saya sangat menyarankan I Am Sam sebagai sebuah tontonan keluarga pada akhir pekan yang saya jamin akan kian merekatkan hubungan keluarga anda.

Berbicara penghargaan, maka sepertinya sudah tidak cukup untuk ditulis di blog ini maka saya hanya ingin sedikit mengulas pendapat saja. Kalau dilihat dari cinematografi, jelas film ini sangat bagus, alur yang bagus kemudian di tambah beberapa soundtrack yang cukup menguras perasaan. Editingnya juga keren, keseluruhan tidak akan cukup ditulis selain pesan yang disampaikan. Kalau harus disandingkan dengan beberapa film seperti Taare Zameen Par, mungkin Patch Adam. Film ini tidak kalah menarik. Saya berani menilai A++ (sangat bagus).

Footnote :

AAMR (American Association on Mental retardation) menyatakan bahwa MR menunjukkan adanya keterbatasan yang signifikan dalam berfungsi, baik secara intelektual maupun perilaku adaptif yang terwujud melalui kemampuan adaptif konseptual, sosial, dan praktikal yang dipelajari untuk dapat berfungsi dalam kehidupannya sehari – hari ( AAMR dalam Simangunsong, 2009). Keterbatasan – keterbatasan tersebut menyebabkan dalam kehidupan sehari – hari mereka bergantung pada orang lain, termasuk Sam. Dalam kasus ini, keterbatasan tersebut bukan hanya berpengaruh pada dirinya saja, melainkan juga banyak mempengaruhi kehidupan putrinya. Dengan intelejensi yang hanya setara dengan anak usia tujuh tahun tentu dianggap akan menghambat pendidikan putrinya. Sebab dapat dikatakan bahwa intelenjensi Sam akan berada di bawah intelejensi putrinya kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s