TAE GUK GI – THE BROTHERHOOD OF WAR


Informasi Umum :

Hangul태극기휘날리며

RRTaegeukgi Hwinallimyeo

Disutradarai Kang Je-gyu

Diproduksi Lee Seong-hun

Ditulis Kang Je-gyu

Musik Lee Dong-jun

Pembuatan film Hong Kyung-Pyo

Editing Kyeong-hie Choi

Tanggal rilis (s) 6 Februari 2004

Waktu berjalan 148 min.

Pemain :

Jang Dong-gun sebagai Lee Jin-tae

Won Bin sebagai Jin Tae-seok

Lee Eun-joo Kim Young-shin

Choi Min-sik sebagai komandan Korea Utara

Kutipan :

Sebagai seorang prajurit adalah bertempur untuk mencegah keluargaku dari penderitaan di bawah penindasan para komunis!” – Jin-tae

Kita harus pergi sekarang!, Ayo cepat. Kita tak punya waktu lagi! Bangunlah kita harus pergi. Kita harus pergi dari sini. Kumohon bangunlah! Kau tak mau pulang dan bertemu Ibu? Kua harus mengunjungi makan Young-shin. Bagaimana dengan toko sepatu dan membuat Ibu bangga? kau tak boleh mati disini! Kau bekerja dengan susah payah agar bisa menyekolahkanku. Kau harus hidup untuk melihatku kuliah. Ayolah!”, Jin-seok

Jin Seok? Kau benar-benar masih hidup?”, Jin tae “Pergi!”

Aku takkan pergi sendiri.”

Pergi saja!”

Aku tak mau! Berdirilah dan ikut aku!”

Dengar aku akan menyerah dan pulang setelah perang. Aku telah membuatkanmu sepatu untuk kuliah. Aku belum selesaikan sepatunya, jadi aku takkan mati. sekarang. Pergilah!.”

Aku takkan pergi”

Aku baik saja.”

Turuti kata kakakmu. Pergilah!”

Aku tak mau pergi tanpamu!”

Maka kita berdua akan mati!.”

Tidak!”

Dengarkan aku! Lihat aku. Percaya padaku. Aku temukan ini setelah kebakaran itu.”

Kembalikan ini padaku saat kau bertemu denganku lagi. Kau harus pulang. Kau harus pulang”

 Resensi Singkat :

Juni 1950, Sebuah permulaan dari sebuah keluarga dan dua orang saudara Jin-tae dan Jin-seok yang hidup hanya dengan Ibunya setelah Ayahnya wafat. Jin-tea kakak Jin-seok kemudian rela untuk putus sekolah dan bekerja sebagai penyemir sepatu hanya karna ingin adiknya bisa terus sekolah hingga kuliah sehingga bisa mewujudkan cita-cita keluarganya.

Betapa sayangnya Jin-tae kepada Jin-seok hingga apapun yang diinginkan Jin-seok selalu coba diwujudkannya. Tahun itu juga, perang Korea pecah antara Korea Selatan dan Korea Utara hingga mengakibatkan Jin-seok mendapatkan wajib militer di usianya yang baru 18 tahun. Akhirnya Jin-tae pun juga terkena wajib militir hanya karena ingin melindungi adiknya yang sakit-sakitan.

Di medan perang. Jin tae membuat sebuah keputusan besar untuk memulangkan adiknya dengan mengambil misi-misi berbahaya untuk mendapatkan medali kehormatan sehingga bisa memulangkan adiknya. Dia rela mengorbankan nyawanya untuk melihat adiknya bisa meneruskan keluarganya. Jin-seok yang salah paham mengira Jin-tae melakukan itu semua hanya ingin mengejar penghargaan dan popularitas.

November 1950, setelah Jin-tae mendapatkan penghargaan maka itu kesempatan besar untuk memulangkan Jin-seok. Namun dia tidak ingin pulang, dia menganggap medal itu tak sepadan dengan terbunuhnya sahabat-sahabat mereka di medan perang. Akhirnya setelah penyusunan ulang batalyon, jin-seok menyempatkan diri pulang untuk melihat keadaan Young-shin (calon istri Jin-tae dan Ibunya). Dirumah Young-shin pun hendak dieksekusi sehingga Jin-Seok harus berusaha menyelamatkan calon kakak iparnya itu. Di saat yang sama, Jin-Tae ikut pulang untuk mencari adiknya dan tiba tepat waktunya saat sang tunangan nyaris ditembak. Karena hasutan anggota Federasi Anti Komunis Korea Selatan yang akan melakukan eksekusi, Jin-Tae sempat meragukan kesucian kekasihnya dan itu berakibat dengan tewasnya sang kekasih. Jin-Seok pun kembali menuduh kakaknya sebagai pembunuh dan mereka berdua ditahan meski Jin-Tae mengantongi medali kehormatan yang didapatkannya selama perang. Dalam interogasi terhadap Jin-Tae, mendadak terjadi serangan dan kepala penjara memerintahkan agar para tawanan dibakar hidup-hidup. Jin-Tae yang patah arang setelah kematian kekasihnya dan mengira adiknya turut tewas terbakar akhirnya menyeberang ke pihak Korea Utara dan balik melawan negaranya sendiri, Korea Selatan. Kini giliran Jin-Seok yang berusaha membawa pulang kakaknya kembali pada negara dan keluarganya.

 Pendapat :

Berkali-kali saya melihat film ini, berkali-kali pula saya harus merelakan rasa haru mendalam seakan bahwa saya ikut dlam setiap sceen yang ditampilkan. Mulai dari awal, kita akan diajak menyelami indahnya persaudaraan, kasih sayang, kekeluargaan, cinta hingga merenyuh dalam perpisahan, luka, pengorbanan sampai sikap heroik dalam melindungi, pembelaan terhadap negara. Dan banyak sekali realitas yang memuat saya berkali-kali tersadarkan akan arti pengorbanan dan kaish sayang.

Sinematografi yang sangat bagus, efek suara yang benar-benar menggugah perasaan sedih dan mencekam. Track theme song yang benar-benar dramatikal serta pemain yang sangat mendalami penokohan membuat film ini patut untuk ditonton.

Saya termasuk orang yang menyukai detail film, dan film ini sungguh menyajikan banyak detail yang membuat saya hanya takjub. Bolpoint, Sepatu dan detail lainya membuat film ini sarat makna.

Penantian. Bagaimana seorang dapat menyiksa dirinya dalam penantian selama 50 tahun. Saya akan menjawabnya, karena cintanya, karena pengorbananya dan karena janjinya.

Penilaian :

A++ (Sangat Bagus)

 

Track listing

1. 

Prologue (02:21)

2. 

We (01:05)

3. 

Memory (02:54)

4. 

Italy Shoes (02:49)

5. 

Family (01:33)

6. 

The War (00:41)

7. 

Farewell (02:31)

8. 

Combat (03:16)

9. 

Young-Shin I (01:47)

10. 

Young-Shin II (02:17)

11. 

Death of Young-Shin (02:40)

12. 

Tragedy (03:15)

13. 

Letter (01:40)

14. 

Save (01:21)

15. 

Red Flag (04:17)

16. 

The Last (04:18)

17. 

My Brother (02:29)

18. 

Epilogue (03:38)

19. 

I Hope This Is All A Dream (01:38)

20. 

We Must Go Back (04:40)

21. 

I Waited For 50 Years (02:29)

22. 

Piano Solo (01:47)

23. 

Family (Chamber Version Reprise) (01:31)

24. 

Prologue (Chamber Version Reprise) (02:13)

25. 

Trailer (02:27)

 

Penghargaan :

Kang Je-gyu sendiri terkenal setelah menyutradarai Shiri dan mampu menarik bintang-bintang tenar dan berbakat ke dalam filmnya ini yang mana menghabiskan dana sebanyak US$ 12,8 juta. Film ini menjadi film yang sangat sukses di Korea Selatan saat pemutarannya di tahun itu karena mampu menyedot penonton sebanyak 11,74 juta orang. Film ini menumbangkan rekor Simildo yang sebelumnya bertengger di film terlaris sepanjang masa. Saat tulisan ini dibuat, Tae Guk Gi menduduki posisi ke-3 dalam film terlaris sepanjang masa di Korea Selatan.

Di Festival Film Asia Pasifik ke-50, Tae Guk Gi memenangkan penghargaan untuk kategori “Film Terbaik”, sementara Kang Je-gyu ikut mendapat penghargaan sebagai “Sutradara Terbaik”. Film ini juga merupakan satu dari empat film Korea yang ditayangkan pada International Fajr Film Festival di Iran pada tahun 2006. Di Grand Bell Awards (Academy Award-nya Korea Selatan), film ini memenangkan tiga penghargaan, masing-masing di kategori Art Direction, Sinematografi dan Sound Effect.

RECOMENDED!!!

3 Comments Add yours

  1. Riezky 4491 says:

    nice!!

  2. NAJIB says:

    amazing gan… ane udah nonton film nya. sampe mewek2 ane…😥
    link download’nya soundtrack2 diatas mana ya gan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s